Wednesday, August 6, 2014

9 Cara Membangun Rasa Percaya



Sekarang kita sudah memahami berbagai manfaat penting dalam membangun rasa percaya kepada prospek atau klien kita. Berikutnya mungkin kita ingin tahu, cara apa sajakah yang kita bisa lakukan untuk membangun rasa percaya yang positif, tulus, dan menguntungkan bagi kedua belah pihak? Penjabaran di bawah akan memberitahu kita secara singkat dan padat :
  1. Mengajukan Pertanyaan yang Bagus. Maksud dari pertanyaan yang bagus adalah jenis pertanyaan yang tidak hanya menyanyakan informasi sekedarnya, namun untuk menggali lebih dalam lagi. Informasi tersebut bukan hanya bermanfaat untuk kita, namun juga membuat prospek atau klien kita menyadarinya. Pertanyaan yang bagus akan melakukan paling tidak tiga hal penting. Pertama, pertanyaan tersebut menunjukan bahwa kita peduli dan ingin mengetahui apa yang penting bagi prospek atau klien kita. Kedua, Pertanyaan tersebut akan memberikan jawaban apakah kita benar-benar bisa menyediakan solusi untuk mereka, Ketiga, dengan menjawab pertanyaan seperti itu akan membuat mereka menjadi jelas apa yang sebetulnya mereka inginkan.
  2. Banyak Mendengar. Biasanya kita terlalu bersemangat untuk bicara dan mempresentasikan apa yang kita miliki kepada prospek atau pun klien. Padahal akan lebih banyak kepercayaan yang kita dapat bila kita lebih banyak mendengarkan. Ajukanlah pertanyaan yang bagus, dan dengarkanlah jawaban mereka. Betul-betul dengarkan untuk memahami apa yang mereka utarakan.
  3. Berkata Jujur. Artinya adalah kita tidak menyimpan informasi yang prospek atau klien perlu ketahui, bahkan bila mereka tidak menyukainya. Bila kita ucapkan dengan cara yang tepat kita bisa mengatakan apa pun yang kita perlu katakan kepada pihak yang berhak mendengarnya. Semua bergantung pada kata-kata yang kita pilih dan cara kita menyampaikannya.
  4. Fokus pada Harapan dan Keinginan Mereka. Ini adalah cara yang sederhana dalam membangun rasa percaya. Kita perlu membiasakan diri untuk membicarakan tentang apa yang mereka harapkan atau inginkan dari kita. Cari tahu kebutuhan mereka dan sesuaikan bagaimana bisnis kita bisa membantu dan memenuhi karapan dan keinginan mereka.
  5. Sampaikan Nilai yang Kita bisa Berikan dengan Percaya Diri. Kuncinya adalah sampaikan dengan percaya diri dan jelas. Pastikan kita bisa menyampaikan paling tidak empat hal berikut inii: Pertama, apa yang kita lakukan di bisnis kita. Kedua, bagaimana kita melakukannya. Ketiga, kepada siapa kita melakukannya. Keempat, apa yang membedakan kita dengan yang lain.
  6. Jangan terlalu Berasumsi. Tahukah bahwa rata-rata hanya 10% dari apa yang kita fikirkan dan komunikasikan adalah fakta, dan 90%-nya adalah imajinasi atau asumsi saja? Maka tentulah kebanyakan apa yang kita pikirkan dan katakan belum tentu benar. Solusinya adalah dengan selalu memverifikasi. Misalkan bila seorang klien atau prospek mengatakan sesuatu yang belum kita pahami dengan jelas, tanyakan ke mereka. Sesekali kita ulangi apa yang mereka telah katakan sehingga mereka bisa mengkoreksi bila ada kekeliruan. Tunjukan bahwa kita betul-betul ingin mendapatkan informasi yang jelas dari mereka.
  7. Sesuaikan dengan Gaya Komunikasi Mereka. Manusia cenderung merasa nyaman dengan orang yang berkomunikasi dengan cara yang serupa dengan mereka. Orang yang gayanya langsung ke pokok pembicaraan akan lebih percaya pada orang yang juga seperti dia. Dia akan tidak dengan mudah menyukai orang yang gaya bicaranya bertele-tele, misalnya. Begitu pula sebaliknya, orang yang terbiasa bicara dengan gaya tidak langsung akan tidak nyaman dengan orang yang langsung ke pokok permasalahan. Untuk itu, kita perlu lebih fleksibel dalam gaya komunikasi kita. Perluaslah kemampuan komunikasi kita hingga bisa mensesuaikan dengan gaya komunikasi prospek dan klien kita.
  8. Tingkatkan Pengetahuan dan Keahlian Kita. Tentunya kita perlu menguasai apa yang menjadi produk atau jasa dalam bisnis kita. Namun, pastikan kita bisa menjelaskannya, terutama hal-hal yang rumit dari produk atau jasa kita, dengan cara yang paling mudah dipahami prospek atau klien kita. Hindari jargon atau istilah yang tidak mereka pahami.
  9.  Jangan Lari dari Masalah yang Mungkin Terjadi. Bila terjadi masalah dan prospek atau klien ada mengajukan keluhan, pastikan kita tidak defensif atau menghindar. Atasilah masalah tersebut dengan baik dan pastikan mereka mendapatkan solusinya.
Rasa saling percaya bukanlah hal yang mudah dan tidak dapat dibangun dengan cepat, namun kita perlu melakukannya. Bila kita melakukan paling tidak 9 cara di atas, kemungkinan besar hubungan antara kita dan prospek atau klien kita akan terbina dengan lebih baik.

No comments: