Sunday, March 2, 2014

Menciptakan Value



Alasan utama seseorang membeli suatu produk atau jasa adalah manfaat atau keuntungan yang dia terima atau rasakan mengalahkan biaya yang dia keluarkan untuk membelinya. Dengan kata lain, orang tersebut telah mendapatkan value (nilai) dari produk atau jasa yang dia beli. Dari sisi perusahaan, produk atau jasanya memberikan manfaat atau keuntungan yang lebih besar kepada pembelinya ketimbang biaya yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Manakala sebuah perusahaan telah mencapai sasaran atau telah memenuhi harapan pelanggannya, dan biaya yang dikeluarkan jauh lebih rendah daripada manfaat atau keuntungan yang pelanggannya terima, artinya perusahaan tersebut telah menciptakan value (nilai).

Secara umum, semua bentuk organisasi ada untuk menciptakan value. Apakah itu perusahaan, lembaga-lembaga sosial atau keagamaan, sekolah, bahkan institusi Negara. Karyawan, keluarga, pelanggan, stakeholders, dan berbagai komunitas yang lebih luas semuanya menerima value dari organisasi tersebut, bila tidak maka tidak ada alasan organisasi tersebut bisa bertahan. Tentu saja apa yang disebut value untuk sebuah organisasi bisa berbeda untuk organisasi yang lain. Bagi sebuah perusahaan yang berfokus pada laba, misalnya, value dikaitkan dengan keuntungan finansial. Bagi sebuah institusi pendidikan, value dikaitkan dengan mutu hasil pendidikan yang dirasakan oleh murid-muridnya dan oleh orang tua mereka. Bagi sebuah rumah sakit, value-nya adalah dalam bentuk mutu pelayanan kesehatan yang mendukung kesembuhan pasiennya.

Kesuksesan sebuah organisasi ditunjukan dari seberapa besar value yang diciptakannya. Semakin banyak value yang dirasakan pelanggannya, semakin berhargalah organisasi tersebut, dan semakin besar kemungkinan keberhasilannya di masa depan.

No comments: