Share it

Monday, February 25, 2013

Pengertian Coaching


Mungkin kita ingin tahu, darimana istilah coaching itu berasal? Setelah kami melakukan beberapa kali pencaharian di dunia internet tentang asal muasal istilah coaching, kami menemukan satu sejarah yang menurut kami sangat mendekati artinya. “Coaching” memiliki kata dasar “coach”. Menariknya dari istilah ini, ternyata berasal dari nama sebuah desa kecil di Negara Hungaria, “Kocs”. Di masa lampau desa ini terkenal akan produksi gerobak atau kereta kuda yang digunakan untuk mengangkut manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Dari istilah “Kocs” itulah, kami beranggapan bahwa gerobak atau kereta kuda merupakan metafora dari proses coaching, yaitu membawa seseorang dari satu kondisi sekarang ke kondisi yang diinginkan.

Lalu di tahun ’60 sampai ’80-an, istilah “coach” digunakan di dunia olah raga, yang artinya adalah “pelatih”.  Adalah seorang pelatih tenis bernama W. Timothy Gallwey menulis beberapa buku sejak tahun 1970-an terkait dengan coaching di dunia olah raga. Di bukunya yang paling terkenal, “The Inner Game of Tennis”, Gallwey berhasil menunjukan suatu metode coaching yang sangat konprehensif yang ternyata dapat diterapkan ke banyak situasi, hingga akhirnya membawa beliau menyampaikan metodologinya itu ke banyak pemimpin di dunia bisnis di Amerika Serikat di masa itu. Ya, sepertinya momentum itulah merupakan cikal bakal coaching diaplikasikan ke ranah lain selain ranah olah raga.

Sejalan dengan perkembangan metodologi coaching itu sendiri, maka begitu pula berkembangnya pemahaman tentang coaching. Di zaman sekarang, ada banyak definisi coaching yang digunakan baik itu yang didefiniskan secara individu atau organisasi. Mungkin Anda juga sudah memiliki definisi sendiri tentang coaching. Dalam kesempatan ini kami memutuskan untuk menggunakan satu definisi yang digunakan oleh “International Coach Federation (ICF)”, suatu Organisasi Coaching Global.


coaching is partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential”

“Coaching (pendampingan) adalah kegiatan kemitraan dengan klien melalui proses memprovokasi pikiran secara kreatif sehingga menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan professional mereka”

Mari kita tinjau secara singkat beberapa kata kunci dari definisi ICF di atas:
  1. “Kemitraan”. Hal ini berarti bahwa proses coaching adalah berdasarkan hubungan kesetaraan antara seorang Coach dan kliennya. Maksudnya keseteraan ini berarti tidak ada pihak yang otoritasnya lebih tinggi. Berdasarkan prinsip kemitraan dan kesetaraan inilah maka kami beranggapan bahwa istilah coaching lebih tepat diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai pendampingan.
  2. “Memprovokasi pikiran”. Menurut kami, inilah yang membedakan coaching dengan jenis pengembangan pribadi lainnya. Proses memprovokasi pikiran berbeda dengan instruksi, mengarahkan, atau perintah satu arah saja. Memprovokasi pikiran cenderung dalam bentuk dialog, diskusi, atau tanya jawab antara seorang Coach dan kliennya yang memancing proses berpikir mendalam di diri klien tersebut.
  3. Dari proses memprovokasi pikiran tersebut akan menggali dan “menginspirasi” klien menemukan jawaban-jawaban dari diri klien sendiri yang mungkin mereka tidak sadari sebelumnya.
  4. Peran seorang Coach bukan hanya memastikan klien menemukan jawaban dari masalah mereka, namun juga memastikan bagaimana jawaban tersebut diterapkan oleh klien dalam bentuk tindakan-tindakan nyata yang pada akhirnya akan “memaksimalkan” potensi pribadi atau profesional mereka, bergantung dalam konteks apa proses coaching itu sedang dilakukan.

Dari deskripsi di atas, pada dasarnya dalam proses coaching terjadi suatu percakapan yang benar-benar berfokus pada kebutuhan klien, yang memberdayakan mereka dan juga menemukan cara bagaimana mereka bisa mencapai apa yang mereka ingin dapatkan.

No comments: